Jumat, 12 Desember 2014



SENJA KU TAK LAGI JINGGA


                Hai lelaki senjaku, kau tahu sore ku tak seindah dulu ketika berdua denganmu diatas motor. Melewati jalanan sambil jari-jarimu menyelusup ke sela jari-jariku. Ah rasanya tak ada habisnya membicarakanmu dengan senja. Mengapa semua berakhir begitu cepat?? Sungguh di dalam lubuk hatiku yang paling dalam ada sebuah namamu disini.

                Sudah kucoba untuk ikhlas atas kepergianmu lelaki senjaku. Tetapi bagaimana bisa melupakan mu? Jika senja datang membawa sebuah kenangan tentang kita? Aku disini meratapinya sendirian, kulihat bayangku di danau. Betapa malangnya diriku, masih saja memikirkan kamu masa laluku. Entah akan sampai kapan begini?

                Apa kau tahu? Senja tak lagi indah warnanya ketika tanpa dirimu. Oh tidak, aku mencela anugrahNYA. Apa mungkin aku berkata seperti ini saat senjaku tak lagi indah bersamamu kala itu. Mungkin saja benar. “Lihat senja itu, masih tetap indah walau dinikmati sendirian” Kata seseorang menghampiriku yang malang.

                Memang benar, senja masih terlihat indah dimata orang. Tapi tidak dihatiku, karna mungkin aku belum terbiasa. Akan ku coba menikmati senja indah meski tanpanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar